Noviari Tegaskan Tiga Komitmen Pembangunan Konstruksi di Kutim

oleh -793 views

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi melalui penguatan komitmen dan kompetensi tenaga kerja lokal. Hal ini disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, saat membuka kegiatan Sosialisasi Pembinaan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Tenaga Kerja Konstruksi Tahun 2025 di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Rabu (12/11/2025).

Dalam arahannya, Noviari menyampaikan bahwa terdapat tiga komitmen utama yang harus menjadi pegangan dalam pembangunan jasa konstruksi di Kutim.

Baca Juga :  Perkuat Kesiapsiagaan, Damkarmat Kutim Latih Relawan Kebakaran di Tingkat Desa

“Pertama, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas sekaligus motor pembangunan. Kita harus memastikan bahwa tenaga kerja di proyek konstruksi adalah putra-putri daerah yang kompeten,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kualitas proyek menjadi komitmen kedua yang harus dijaga. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara profesional, terukur, dan memberikan manfaat nyata.

Baca Juga :  Bupati Kutim Lepas Adventure Trail yang Tergabung Dalam Komunitas motor trail.

“Kedua, proyek konstruksi harus berkualitas, tepat waktu, dan benar-benar bermanfaat. Bukan sekadar laporan di atas kertas, tetapi harus disertai pengawasan mutu yang ketat, penerapan teknologi yang efisien, serta kepatuhan terhadap verifikasi Pejabat Pembuat Komitmen,” lanjut Noviari.

Ketiga, ia menegaskan bahwa pembangunan harus memberikan dampak nyata bagi seluruh elemen masyarakat.

“Ini wajib kita dorong agar proyek konstruksi menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Hibah Organisasi 2025 Belum Rampung, Plt Kabag Kesra Ingatkan Batas SPJ 10 Januari 2026

Noviari menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Peningkatan kapasitas SDM konstruksi, katanya, berperan penting dalam memastikan proyek pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan berkelanjutan.

Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memiliki dorongan untuk meningkatkan keterampilan secara berkelanjutan.