Beritakutim.com, SANGATTA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan peningkatan populasi ternak sebagai salah satu fokus sektor peternakan pada 2027. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan ternak lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Kutim, drh. Cut Meutia, mengatakan peningkatan populasi menjadi bagian dari program peternakan yang terus didorong pemerintah daerah. Salah satu program yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).
“Program ini memiliki target tahunan yang menjadi acuan dalam pengembangan populasi sapi dan kerbau di daerah,” ujarnya saat diwawancarai awak media diruang kerjanya.
Pencapaian target tersebut nantinya dipantau melalui laporan dari masing-masing UPT kesehatan hewan. Data dari lapangan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat perkembangan populasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program peternakan.
Menurutnya, peningkatan populasi ternak tidak hanya berkaitan dengan jumlah hewan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peternakan lokal. Semakin baik populasi ternak yang tersedia di daerah, kebutuhan pasokan dari luar diharapkan dapat ditekan.
Pengurangan pemasukan ternak dari luar juga berkaitan dengan aspek kesehatan hewan. Mobilitas ternak antardaerah memiliki risiko membawa penyakit apabila tidak disertai pengawasan dan pemeriksaan yang memadai.
Karena itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada penambahan populasi, tetapi juga mendorong peternak menjaga kesehatan dan produktivitas ternaknya. Vaksinasi rutin terhadap sejumlah penyakit juga menjadi bagian dari langkah pencegahan.
“Target kita meningkatkan populasi untuk mengurangi pemasukan hewan dari luar dan mencegah penyakit,” ujar Cut Meutia.
Ke depan, keberhasilan program tersebut akan sangat bergantung pada keterlibatan peternak dalam menjaga ternak yang telah diberikan melalui berbagai program bantuan. Pemerintah berharap pengembangan populasi dapat berjalan berkelanjutan sehingga sektor peternakan Kutim semakin mampu memenuhi kebutuhan ternak secara mandiri. (ADV) (9)






