Diskepang Kutim Adakan FGD Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

oleh -418 views
vpErKq0B7X e1719316566555

Sangatta – Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadakan Forum Grup Diskusi (FGD) dengan fokus pada tema “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Hilirisasi dan Modernisasi dalam Sektor Pertanian”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Camat Sangatta Selatan pada Rabu (30/5/2024).

Acara ini dibuka oleh Kepala Diskepang Kutim, Ery Mulyadi, yang turut dihadiri oleh Camat Sangatta Selatan Abbas, Camat Kaubun Saprani, Camat Kongbeng Jumran, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Kutim Vita Nur Hasanah, serta beberapa Kelompok Tani dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ery Mulyadi menyampaikan bahwa program hilirisasi dan modernisasi dalam sektor pertanian menjadi penting mengingat terbatasnya lahan pertanian yang semakin menyusut setiap tahunnya. Menurut data dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kementerian Pertanian, luas lahan yang digunakan untuk pertanian hanya mencapai 2.500 hektare, sebagian besar teralihkan ke sektor pertambangan dan perkebunan.

Baca Juga :  Kasmidi Minta Perusahaan Dapat Fasilitasi dan Membantu Pemerintah Desa

“Salah satunya disebabkan adanya alih fungsi yang cukup masif yang dilakukan oleh masyarakat. Baik di sektor Pertambangan maupun Perkebunan, “ ujarnya.

Untuk itu, dengan memanfaatkan lahan pertanian yang masih ada, Ia menyebut, pemerintah daerah mengambil langkah kongkret untuk bisa mengoptimalkan sektor pertanian, agar mampu menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Safari Syawal 1445 H, Pemkab Kutim Kunjungi Kecamatan Muara Bengkal

Selain itu, di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2021-2026 Kabupaten Kutim, sektor pertanian juga masuk dalam misi pembangunan skala prioritas yang akan menjadi tumpuan perekonomian daerah.

“Nah, pada hari ini kita akan mulai dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, untuk di arahkan ke sisi hilirisasinya yakni padi, kalau tidak dimulai dari sekarang, masyarakat akan dirugikan. Karena tidak akan ada nilai tambah yang di dapatkan,” ucap Ery Mulyadi.

Baca Juga :  Hj Mulyana Resmi Dilantik, Asti Mazar Berharap Aspirasi Perempuan di Kutim Dapat Lebih Didengar

Menyikapi hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur, Ery Mulyadi melihatnya sebagai tantangan dan peluang besar bagi Kutim, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian.

“Yang kita harapkan, produk hilirisasi produk pertanian yang akan kita kembangkan bisa bersaing. Dan jangan lagi kita berfikir untuk mengirim atau menjual produk kita dalam bentuk barang mentah. Namun usaha yang dilakukan oleh pemerintah ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dari masyarakat, agar tujuan kesejahteraan yang menjadi cita-cita kita bersama bisa segera terwujud,” pungkasnya. (bk)