Budayawan: Mudik Jadi Oase Menyejukkan Untuk Melepas Rindu Pada Kampung Halaman

oleh -24 Dilihat
Mudik Jadi Oase Menyejukkan Untuk Melepas Rindu Pada Kampung Halaman

NASIONAL – Budayawan muda sekaligus Ketua Gerakan Pemuda Desa Mandiri (Garda Sandi) Cokro Wibowo Wibisono menyatakan masyarakat akhirnya mendapat oase menyejukkan guna melepas rindu pada kampung halaman melalui perjalanan mudik.

Untitled-1

Meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih akibat pandemi ternyata menyurutkan animo masyarakat untuk mudik lebaran.

Keinginan bertemu keluarga dan handai taulan mengalahkan kondisi ekonomi para perantau.

“Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia telah berlangsung sejak lama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Tradisi mudik lebaran diyakini mulai terjadi pada masa kerajaan Mataram Islam, dimana para pemangku pemerintahan di daerah kekuasaan Mataram menyempatkan diri menghadap raja pada bulan Syawal sekaligus mengunjungi handai taulan di pusat kerajaan,” jelas Cokro kepada wartawan, Jumat (30/4/2022).

Seperti diketahui, pada lebaran Idul Fitri tahun 2020 dan 2021, pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mengendalikan pandemi virus Covid-19.

Baca Juga :  Proses Pergantian Ketua Berjalan, Nidya Listyono Usulkan Pimpinan Rapat Dari Wakil Ketua DPRD Kaltim

Kini, setelah masifnya pelaksanaan vaksinasi, masyarakat akhirnya dapat kembali merasakan kenormalan ibadah ramadhan dan lebaran Idul Fitri seperti biasanya.

Cokro mengatakan sebagian sejarawan menyebut tradisi mudik sudah dikenal pada era Majapahit dikenal memiliki wilayah kekuasaan sangat luas hingga ke semenanjung Malaya.

Pejabat pemerintahan di wilayah jauh tersebut secara rutin menghadap Raja guna menyatakan kesetiaan dan melaporkan jalannya pemerintahan.

“Budaya mudik pada masa Indonesia modern terjadi seiring dengan meningkatnya urbanisasi sejak awal Orde Baru. Gencarnya pembangunan dan industrialisasi, membuat aktivitas mudik menjadi rutinitas tahunan para perantau. Momentum lebaran serta syawalan dipandang baik untuk merajut tali silaturrahim dengan sanak saudara, menyebabkan tradisi mudik awet hingga kini,” ujar Cokro.

Menurut Cokro, selain untuk mengunjungi dan berkumpul bersama keluarga, tradisi mudik juga dimaksudkan agar bisa berbagi dengan keluarga besar di kampung.

Baca Juga :  Tim Supervisi Polda Kaltim Kujungi Kutim Terkait PPKM Level 4

“Momen berbagi ini sekaligus untuk meminta doa agar pekerjaan dan penghidupan di perantauan berlangsung makin baik. Mudik juga terapi spritual dan psikologis di antara kesibukan dan rutinitas pekerjaan,” jelas mantan Sekjen Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.

Namun Cokro mengingatkan, budaya mudik berpotensi menyebabkan nilai-nilai primordial jadi awet di tengah masyarakat perkotaan.

Menurut Cokro, identitas genetis, suku, bahasa dan budaya asal, serta identitas sosial bakal terus melekat meski para perantau telah tinggal di kota lebih dari satu generasi.

“Nilai-nilai primordial ini dapat menghambat hadirnya nilai perkotaan harusnya lebih mondial. Misalnya, anggapan kampung halaman sebagai rumah sebenarnya, sedangkan perantauan sebagai tempat berteduh sementara bisa menghambat intensitas interaksi sosial,” ucap Cokro.

Baca Juga :  Dishub Kutim Ramp Check di Terminal Sangatta

Padahal menurut Cokro, beragam persoalan perkotaan kompleks, seperti kemiskinan, kekumuhan, dan kriminalitas membutuhkan tanggung jawab dan keikutsertaan seluruh warganya, termasuk warga perantau.

“Semoga dua kali larangan mudik karena pandemi pada dua tahun lalu, juga disertai kondisi kesulitan ekonomi parah sebagian besar warga, telah melatih tanggung jawab sosial masyarakat perantau di perkotaan. Dua lebaran tanpa mudik itu telah membentuk kesetiakawanan sosial dan budaya gotong royong,” pungkas Cokro.

Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 85,5 juta orang melakukan perjalanan mudik pada lebaran 2022.

Jumlah tersebut didominasi oleh para pemudik dengan menggunakan kendaraan roda empat sebanyak 23 juta orang, sedangkan lainnya menggunakan moda transportasi umum seperti bus, kereta api, pesawat dan kapal laut.