Ringankan Transportasi Pelajar, Pemkab Kutim Hadirkan Bus Listrik Sekolah

oleh -35 views

beritakutim.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi meluncurkan uji coba operasional bus listrik sekolah sebagai bagian dari program unggulan daerah. Secara resmi Bupati Ardiansyah Sulaiman meluncurkan operasional bus listrik, yang menegaskan bahwa program tersebut telah direncanakan sejak 2024 dan kini mulai direalisasikan pada 2026.

Bupati Ardiansyah Sulaiman juga menyampaikan bahwa pengadaan bus listrik sekolah merupakan bagian dari 50 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Program ini bertujuan untuk membantu pelajar yang kesulitan akses transportasi, terutama mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau tidak terjangkau jalur angkutan umum.

“Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi anak-anak sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban operasional rumah tangga orang tua dalam mengantar jemput,” ujar Bupati Ardiansyah saat meluncurkan bis listrik sekolah yang berlangsung di depan halaman kantor bupati, kawasan perkantoran bukit pelangi Sangatta, Senin (04/05/2026).

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan Pengurus JMSI Kutim, Wabup Mahyunadi Tekankan Transparansi dan Sinergitas

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan satu unit bus listrik untuk uji coba, meskipun sebelumnya direncanakan dua unit. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah. Ke depan, Pemkab Kutim berkomitmen untuk menambah armada secara bertahap apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.

Selain di wilayah Sangatta, program serupa juga direncanakan akan menjangkau beberapa kecamatan lain. Namun, untuk wilayah luar Sangatta, penggunaan bus listrik masih menjadi tantangan karena keterbatasan operasional, sehingga kemungkinan akan digunakan bus konvensional atau bus mini.

Baca Juga :  Operasi Jaran Mahakam 2024, Polres Kutim Berhasil Ungkap Pelaku Curanmor

Orang nomor satu di Kutim itu juga menyoroti kondisi di sejumlah kecamatan, seperti Batu Ampar, di mana akses transportasi bagi pelajar masih sangat terbatas. Banyak siswa terpaksa menumpang kendaraan yang melintas atau bergantung pada bantuan orang lain untuk bisa sampai ke sekolah.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius. Ke depan, kita akan terus memikirkan solusi agar seluruh anak di Kutai Timur mendapatkan akses transportasi yang layak dan aman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan. Dinas Pendidikan berperan sebagai penyedia manfaat, sedangkan operasional teknis sepenuhnya ditangani oleh Dinas Perhubungan.

Baca Juga :  Jaring Bibit Atlit, Kejurkab PBSI Kutim Resmi Ditutup

“Program ini sudah dirancang sejak 2024 dan alhamdulillah dapat diwujudkan pada 2026. Untuk tahap awal, uji coba dilakukan dengan satu unit bus yang akan mulai beroperasi dalam waktu dekat,” jelas Mulyono.

Ia menambahkan, uji coba perdana akan difokuskan pada pelajar di SMA Negeri 2 Sangatta Utara, dengan pertimbangan sekolah tersebut belum terlayani angkutan umum. Rute bus akan dimulai dari kawasan Hotel Pinang hingga menuju sekolah dan akan terus dievaluasi agar efektif serta tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Seluruh biaya operasional, termasuk pengemudi, akan ditanggung oleh Dinas Perhubungan. Pemerintah berharap, jika uji coba ini berjalan lancar, layanan bus sekolah dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain yang membutuhkan. (BK 2)