Sangatta – Bupati Kutai Timur menyematkan tanda kehormatan Satya Lencana kepada sejumlah ASN dan tokoh pada puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 di Kutai Timur pada awal Januari 2026. Penyerahan penghargaan itu dilaksanakan secara simbolis sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang penerima terhadap pelayanan publik di daerah.
Acara puncak HAB ke-80 yang digelar di Pendopo Kabupaten Kutai Timur dihadiri oleh pejabat daerah, anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta keluarga para penerima tanda kehormatan. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman secara simbolis menyerahkan dan menyematkan Satya Lencana kepada perwakilan penerima yang telah memenuhi kriteria masa baktinya.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah menyatakan bahwa penghargaan Satya Lencana merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi para aparatur sipil negara (ASN) maupun tokoh yang selama puluhan tahun menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ia mengatakan bahwa pemberian tanda kehormatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan loyalitas di lingkungan pemerintah daerah.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan selama masa bakti,” ujar Ardiansyah.
Penerima Satya Lencana terdiri dari ASN dengan masa pengabdian yang bervariasi, mulai dari 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun. Setiap kategori masa bakti mencerminkan komitmen jangka panjang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta kontribusi nyata terhadap kemajuan pembangunan Kutai Timur.
Warga dan keluarga penerima penghargaan menyambut baik pemberian Satya Lencana, menganggapnya sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras selama bertahun-tahun. Beberapa penerima berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi ASN berikutnya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam tugas pelayanan publik.
Peringatan HAB ke-80 di Kutai Timur juga diisi dengan sejumlah kegiatan lain, termasuk doa bersama dan refleksi nilai-nilai keagamaan serta kemanusiaan. Pemerintah daerah berharap keberlangsungan peringatan ini dapat memperkuat sinergi antara ASN, lembaga pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan inklusif.
Bupati menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan kerja sama demi mencapai tujuan bersama dalam pembangunan daerah.







