Soroti Masalah Blank Spot di Kutim, Yusri Yusuf Minta Pemkab Segera Tuntaskan

oleh -1,011 views

Sangatta – Permasalahan jaringan internet di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menjadi perhatian serius, terutama di daerah-daerah pedalaman dan pesisir yang belum terjangkau layanan internet. Hal ini menjadi hambatan besar bagi masyarakat, terutama dalam mengakses informasi dan berkomunikasi, yang berdampak pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lainnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Yusri Yusuf, mendesak Pemerintah Kabupaten Kutim (Pemkab Kutim) untuk segera menyelesaikan masalah blank spot, atau kawasan tanpa jaringan internet, di wilayahnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD Kutim Hadiri Acara Khitanan Massal Gratis oleh HMI dan KAHMI

“Di wilayah Dapil II saya, masih banyak desa yang tidak ada sinyal internet. Bahkan, ada desa yang sinyal untuk telepon saja tidak ada sama sekali,” kata Yusri Yusuf, saat ditemui awak media di Kantor DPRD Kutim, Kamis (14/11/2024).

Ia menjelaskan bahwa di beberapa daerah seperti Bengalon dan Tepian Langsat, masyarakat masih kesulitan menjangkau sinyal internet, dengan beberapa lokasi bahkan tidak memiliki sinyal telepon.

Baca Juga :  Faizal Rachman Dorong Pembangunan Jalan Tani untuk Meningkatkan Produktivitas Petani di Desa Kaliorang

“Kalau di Bengalon, daerah Tepian Langsat itu jaraknya 10 hingga 15 kilometer, kasihan masyarakat dari Tepian Langsat ke Hambur Batu tidak ada sinyal. Mereka sangat berharap ada solusi untuk perbaikan jaringan di daerah tersebut,” tambahnya.

Sebagai anggota Komisi B DPRD Kutim, Yusri Yusuf berharap persoalan blank spot ini menjadi prioritas utama Pemkab Kutim, agar tidak ada lagi wilayah yang terisolasi dalam hal akses informasi. Menurutnya, jika permasalahan jaringan ini terus dibiarkan, masyarakat akan semakin tertinggal informasi, yang tentunya akan berdampak pada pembangunan daerah.

Baca Juga :  Aldryansyah Kritik Proyek PDAM 2024: Dibangun di Tempat Salah, Mesin Terendam Banjir

“Ini PR besar bagi pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai masyarakat kita ketinggalan informasi, karena itu akan menghambat perkembangan dan pembangunan di Kutai Timur,” pungkasnya. (bk)