Polisi Tak Hanya Jaga Keamanan, Polres Kutim Juga “Jemput Bola” Layani Kesehatan Petani di Bengalon

oleh -606 views

KUTAI TIMUR – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) kembali menunjukkan komitmennya bahwa tugas kepolisian tidak selalu soal penegakan hukum dan keamanan. Jajaran Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kutim melakukan aksi “jemput bola” dengan menggelar pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis tepat di tengah area Perkebunan Mandiri, Desa Sepaso Induk, Kecamatan Bengalon, Sabtu (07/03/2026).

Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) kesehatan ini bukan tanpa alasan. Kehadiran tim medis berseragam cokelat ini merupakan bagian dari pengawalan agenda Penanaman Jagung Serentak Kwartal I, sebuah program strategis untuk mendukung terwujudnya target Swasembada Jagung Nasional Tahun 2026.

Menanggapi kegiatan inovatif ini, Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat khususnya para petani adalah fondasi krusial dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional. Lanjut Dirinya juga mengatakan Petani adalah pejuang dan ujung tombak ketahanan pangan kita. Untuk bisa mencapai target Swasembada Jagung di tahun 2026 ini, saudara-saudara kita para petani mutlak harus memiliki fisik yang prima.

Baca Juga :  Ramadan 1445 H, DPRD Kutim dan Sekretariat DPRD Gelar Acara Buka Bersama

“Oleh karena itu, kami perintahkan Sidokkes untuk turun langsung, ‘jemput bola’ ke tengah kebun guna memastikan kesehatan mereka terjaga,” tegas AKBP Fauzan Arianto.

Perwira menengah melati dua tersebut juga menambahkan bahwa Polri berupaya hadir secara holistik di tengah masyarakat. “Selain bertugas memberikan rasa aman dari gangguan Kamtibmas, kami juga ingin memberikan rasa nyaman dan sehat. Kami yakin, kalau petaninya sehat dan kuat, insyaallah hasil panen jagungnya akan melimpah ruah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kasmidi Buka Turnamen Sepak Bola HUT Desa Marah Haloq Ke 147

Pelayanan Komprehensif dan Tepat Sasaran
Dalam pelaksanaannya, personel Sidokkes Polres Kutim yang bertugas memberikan layanan komprehensif kepada warga di sekitar Perkebunan Perdau Mandiri.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital (tensi, nadi, suhu, dan respirasi), pengecekan laboratorium darah sederhana, pemberian obat-obatan gratis sesuai dengan keluhan medis dan indikasi dokter.

Tercatat ada sebanyak 25 orang warga dan petani yang memanfaatkan fasilitas pengobatan gratis ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, mayoritas warga mengalami keluhan penyakit degeneratif dan keluhan fisik akibat aktivitas bertani, seperti hipertensi (darah tinggi), gastritis (maag), artritis dan reumatik (nyeri sendi), diabetes melitus (DM), hipotensi, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca Juga :  Perumdam Tirta Tuah Benua Resmikan IPA Baru, Targetkan Layanan hingga Pelosok

Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan pertama dan obat-obatan yang dibutuhkan secara cuma-cuma dari tim medis Polres Kutim. Dengan kondisi fisik yang kini lebih terpantau, warga diharapkan dapat kembali mengolah lahan pertanian mereka dengan energi baru yang lebih maksimal.

Dengan langkah jemput bola ini, Polres Kutai Timur ingin memastikan bahwa di balik target besar swasembada jagung nasional, ada petani-petani yang tetap sehat, kuat, dan terus semangat mengolah lahan demi masa depan ketahanan pangan Indonesia.