Pemkab Kutim Gaspol Bangun Budaya Inovasi dan Daya Saing Daerah Lewat SANGA BELIDA 2026

oleh -28 views

SANGATTA – Lomba Inovasi Daerah bertajuk Sangatta Berlomba Inovasi Daerah atau SANGA BELIDA Tahun 2026 resmi di gelar. kegiatan yang menjadi langkah strategis pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam memperkuat ekosistem inovasi dan meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah (IID).

Bertempat di Ruang Meranti Kantor Bupati, Sangatta, kegiatan yang mengusung tema “Membangun Budaya Inovasi untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah Kabupaten Kutai Timur” resmi di luncurkan oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman yang di wakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, Rabu (18/02/2026)

Noviari Noor menegaskan bahwa Inovasi daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam penilaian Indeks Inovasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Selain itu, indikator ini juga masuk dalam penilaian kinerja Daerah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 6 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029.

Baca Juga :  Rapat Pelaksanaan Kegiatan Multiyears, Wabup Minta Calon Kontraktor Mampu Perlihatkan Kemampuan Keuangan Perusahaan

“lomba inovasi ini tidak hanya bersifat kompetisi, tetapi juga menjadi media pembinaan, pendampingan, serta validasi inovasi agar memenuhi kriteria kemanfaatan, keberlanjutan, replikasi, dan memiliki dukungan regulasi serta kelembagaan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, dengan tingginya tuntutan akan pelayanan publik, serta kompleksitas tantangan Pembangunan, menuntut pemerintah untuk terus menghadirkan terobosan dan solusi yang efektif serta efisien yang di sesuaikan dengan kondisi kekinian.

“Kita perlu menghadirkan inovasi layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan berdampak nyata. Inovasi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar program tahunan,”tegasnya.

Melalui SANGA BELIDA 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) berharap inovasi yang lahir dari perangkat daerah, masyarakat, akademisi, hingga pemangku kepentingan lainnya dapat terinventarisasi, terdokumentasi, serta diimplementasikan secara berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Kutai Timur yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan nasional dan visi pembangunan daerah,”tutupnya.

Baca Juga :  Jelang Pilkada 2024 Kutim, Paguyuban Warga Nganjuk Bengalon Deklarasikan Dukungan kepada Kasmidi Bulang

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Timur, Juliansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menajdi bagian dari implementasi kebijakan nasional terkait inovasi daerah yang ditetapkan oleh Kemendagri. Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan pemerintahan dan masyarakat, serta upaya peningkatan Indeks Inovasi Daerah agar berada pada kategori inovatif sebagai indikator kinerja pemerintah daerah.

“inovasi daerah kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,”ujarnya.

Menurutnya, lomba inovasi daerah bertujuan untuk mendorong lahirnya inovasi layanan publik yang bermanfaat dan berkelanjutan, menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah, akademisi, dan dunia usaha, serta memastikan setiap inovasi terdokumentasi dengan baik sesuai kriteria penilaian Kemendagri. Dalam kesempatan tersebut, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah SANGA BELIDA Tahun 2025.

Baca Juga :  Wabup Kasmidi Dukung Pemberian THR untuk TK2D dan Honorer di Kutim

 

“Kami berharap SANGA BELIDA menjadi motor penggerak inovasi daerah dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Kutai Timur menuju kategori inovatif,”pungkas Juliansyah.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah SANGA BELIDA Tahun 2025.

Juara pertama diraih oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kutai Timur dengan inovasi berjudul “Pemetaan Lokasi Kluster UMKM”. Juara kedua diraih oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kutai Timur dengan inovasi “Si-Wasdin”, sementara juara ketiga diraih oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur melalui inovasi “IPTAKA (Inovasi Pengelolaan Taman Kemandirian Daerah)”.(BK.2)