HGN 2024, Ketua DPRD Kutim: Kesejahteraan Tenaga Pendidik Harus Lebih Diperhatikan

oleh -873 views

Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menghadiri Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2024 yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Kamis (28/11/2024).

Dalam acara tersebut, Jimmi menegaskan pentingnya peran guru sebagai pilar utama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama generasi muda di Kutai Timur.

Menurutnya, kesejahteraan tenaga pendidik harus menjadi perhatian utama, termasuk perlindungan terhadap guru dari berbagai persoalan yang sering kali timbul, seperti konflik dengan orang tua murid.

Baca Juga :  Kapolres Kutim Berganti, dari AKBP Anggoro Wicaksono kepada AKBP Ronni Bonic

“Hal yang utama adalah bagaimana kesejahteraan guru. Profesi guru mesti dilindungi karena terkait dengan banyak permasalahan antara orang tua murid dan guru,” ujarnya.

Jimmi menekankan bahwa kepastian keamanan guru berada di tangan pemerintah pusat melalui pemerintah daerah.

Dengan adanya perhatian serius terhadap isu ini, guru diharapkan dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas mereka, termasuk melatih kedisiplinan siswa untuk masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Progress Kecamatan Persiapan, Kades Tepian Langsat Diapresiasi Bupati Ardiansyah

“Dalam dunia pendidikan, ada hal-hal yang dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Namun, tindakan tersebut sering kali menimbulkan konflik karena tidak dipahami oleh semua pihak. Padahal, itu adalah upaya yang bermanfaat untuk kedisiplinan siswa di masa depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Lebaran ke 3, Satresnarkoba Polres Kutim Berhasil Mengamankan 7,62 Gram Narkoba Jenis Sabu

Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan penuh kepada tenaga pendidik, baik dalam aspek kesejahteraan maupun keamanan, sehingga para guru dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa tekanan atau hambatan.

Acara ini juga menjadi momen bagi pemerintah daerah untuk mengapresiasi perjuangan dan dedikasi para guru di Kutai Timur yang terus berkomitmen mencetak generasi muda yang berkualitas. (bk)