Festival Ekraf, Nurullah: Wadah untuk Perkenalkan Produk Kreatif

oleh -905 views

SANGATTA – Festival Pekan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kutai Timur (Kutim) 2025 resmi dimulai dan menjadi panggung bagi pelaku kreatif untuk unjuk karya serta memperluas jejaring pasar.

Pembukaan acara berlangsung di Lapangan Alun-Alun Bukit Pelangi pada Kamis (27/11/2025) sore, dipimpin Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, Nurullah, didampingi Kabid Pengembangan Ekraf, Ahmad Rifani.

Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri perwakilan Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, komunitas pemuda, tokoh masyarakat, serta media lokal. Dari jajaran tamu undangan, tampak hadir perwakilan Kapolres, Danlanal, Dandim, serta pimpinan PD seperti Dishub, Perkim, Disperindag hingga Pengadilan Agama. Tokoh pemuda dan partai, seperti Ketua Demokrat Kutim Ordiansyah dan Ketua Pemuda Kutim Hebat Habibi, juga memberikan dukungan moral terhadap pengembangan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Festival Lomplay Kembali Harumkan Nama Kutim di Level Nasional

Dalam sambutannya, Nurullah menilai festival ini menjadi bukti nyata geliat kreativitas masyarakat Kutim yang semakin kompetitif.

Baca Juga :  Kualitas Proyek Harus Dijaga, Bupati Kutim Siap Tindak Tegas Kontraktor Lalai

“Festival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan produk-produk kreatif dari para pelaku Ekraf, baik dari sektor kuliner, kriya, seni, maupun pertunjukan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari tumbuhnya ekonomi kreatif yang kuat.

“Pariwisata maju, ekonomi kreatif berkembang, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Pastikan Posisi Aman dalam Penyerapan APBD, Fokus Hindari Utang Baru 2025

Meski Bupati dan Wakil Bupati tidak dapat hadir karena agenda lain, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Stand pameran terisi penuh dan pelaku kreatif siap menyuguhkan karya terbaik mereka hingga penutupan festival. Acara dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai pertunjukan seni, atraksi komunitas, hingga sajian kuliner lokal yang diprediksi akan menyedot ribuan pengunjung setiap harinya. (ADV)