Beritakutim.com Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang menjadi keunggulan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat membuka kegiatan Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM Bima Etam Kutai Timur di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Sangatta, Senin (31/8/2026).
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa Kutai Timur memiliki berbagai keunggulan komparatif yang tidak banyak dimiliki daerah lain. Potensi tersebut, menurutnya, harus menjadi kebanggaan sekaligus peluang yang dapat dikembangkan masyarakat menjadi kekuatan ekonomi.
Menurutnya, keunggulan Kutim tidak hanya terletak pada sektor industri dan sumber daya alam berskala besar. Masyarakat juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di sekitar, khususnya di sektor pertanian yang memiliki komoditas beragam dan nilai ekonomi yang menjanjikan.
Ardiansyah menilai masyarakat tidak harus selalu masuk ke sektor usaha yang membutuhkan modal besar maupun akses yang sulit. Sebaliknya, pengembangan usaha yang sesuai dengan kemampuan dan potensi masyarakat dapat menjadi salah satu jalan untuk menciptakan pemerataan ekonomi.
“Oleh karenanya kita mendorong masyarakat masuk ke wilayah yang memang siap untuk dikerjakan,” kata Ardiansyah.
Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang mulai bermunculan dari pelaku UMKM lokal, termasuk produk-produk yang memanfaatkan bahan baku dan sumber daya yang tersedia di daerah.
Menurutnya, kreativitas tersebut membuktikan bahwa masyarakat Kutai Timur memiliki kemampuan untuk mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi.
Selain mendorong pengembangan produk dan usaha, Ardiansyah juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan bagi para pelaku UMKM. Kehadiran perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta lembaga jasa keuangan lainnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Ini penting sekali. Saya berharap ini akan lebih meningkatkan lagi kreativitas usaha dan keamanan tentang keuangan yang kita miliki atau yang dimiliki oleh para pelaku usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Abraham Wahyu Nugroho mengatakan, kemudahan akses pembiayaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.
Menurutnya, penyediaan sumber pembiayaan saja tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Para pelaku usaha juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan literasi keuangan yang memadai agar mampu mengelola pembiayaan secara tepat dan berkelanjutan.
“Untuk memperluas akses pembiayaan, tidak cukup hanya menyediakan sumber pendanaan. Masyarakat juga perlu dibekali dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan akses pembiayaan dan literasi keuangan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, OJK, lembaga pemberi pembiayaan, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha masing-masing.
Kegiatan Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM Bima Etam Kutai Timur ini diikuti sekitar 250 pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, lembaga jasa keuangan, serta BPJS Ketenagakerjaan.(Bk)







