BKPSDM: Karier ASN Kini Lebih Terbuka Lewat Jalur Fungsional

oleh -507 views

SANGATTA – Kebijakan transformasi birokrasi melalui pemangkasan jabatan struktural dan penguatan jabatan fungsional terus menjadi fokus pemerintah dalam membentuk aparatur yang lebih profesional. Kepala BKPSDM Kutai Timur (Kutim), Misliansyah menegaskan bahwa perubahan ini mengatasi persoalan klasik yang selama ini menghambat peningkatan karier ASN.

Kepada para aparatur yang dikukuhkan dalam jabatan fungsional, ia menyampaikan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini berlandaskan pada kompetensi dan kinerja aktual.

Baca Juga :  Disdikbud Kutim Susun Strategi Khusus Tekan Angka Putus Sekolah

“Kebijakan Pemerintah Pusat terdahulu telah banyak mengalihfungsikan jabatan struktural menjadi jabatan fungsional, banyak jabatan struktural yang dikurangi,” tegasnya, Jumat (28/11/2025).

Menurutnya, sistem struktural lama menempatkan ASN pada persaingan sempit berbasis formasi eselon yang terbatas. Banyak pegawai berpangkat tinggi dan memenuhi pendidikan, namun tertahan karena kursi jabatan tidak tersedia.

Baca Juga :  Diskominfo Staper Kutim Gelar Bimtek Strategi Komunikasi dalam Penanganan Krisis dan Isu Publik

“Sebelumnya banyak PNS jabatan struktural yang karirnya tertahan karena kuota jabatan yang terbatas,” jelasnya.

Dengan jalur fungsional, karier ditentukan angka kredit, peningkatan kompetensi, dan capaian hasil kerja. Bahkan beberapa jenjang fungsional memiliki nilai jabatan lebih tinggi dari eselon setara.

“Sebagai contoh, untuk jenjang ahli muda jabatan fungsional, tunjangannya lebih besar daripada eselon IV struktural,” ungkapnya.

Baca Juga :  Seleksi Terbuka Pejabat Kutim Memasuki Tahap Substantif di Samarinda

Kebijakan transformasi ini tidak hanya menyasar penataan jabatan, tetapi juga perubahan kultur. ASN diharapkan semakin fokus pada keahlian, bukan sekadar mengejar posisi struktural.

Dengan landasan reformasi ini, Pemkab Kutim optimistis akan memiliki SDM aparatur yang lebih adaptif dan siap menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks. (ADV)