Wabup Mahyunadi Minta Semua Pihak Bersinergi Cegah Karhutla di Kutim

oleh -24 views
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi Ketika diwawancarai oleh Awak Media

Beritakutim.com Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, hingga saat ini kondisi karhutla di wilayah Kutim masih berada pada tahap siaga bencana. Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin lengah dan terus mendorong berbagai upaya pencegahan.

“Kita masih tahap siaga bencana. Jadi masih cenderung aman. Kita masih saat ini aman dibanding Berau yang lebih parah daripada kita. Tapi tentu dalam langkah pencegahan itulah kita datang,” ujar Mahyunadi saat ditemui awak media usai mengikuti Penyuluhan karhutla di Kutim.

Menurutnya, sosialisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga mendorong kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Menjelang Idul Fitri 2022, Pemkab Kutim Gelar Rapat Lintas Sektoral » Berita Kutim » Berita Kutim » Berita Kutim

Mahyunadi mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk keterlibatan personel TNI dan berbagai pihak dalam upaya pencegahan karhutla.

Ia menyebut, dalam kegiatan tersebut juga hadir sejumlah perwira tinggi TNI sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya pencegahan karhutla di daerah.

“Mudah – mudahan ini bisa memberikan rasa sadar dan peduli, bukan hanya bagi masyarakat terhadap pentingnya menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

BPBD Diminta Proaktif

Untuk memperkuat penanganan, Mahyunadi mengatakan Pemkab Kutim telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar lebih proaktif melakukan koordinasi dengan aparat terkait.

“Kita telah memerintahkan kepada BPBD agar proaktif bekerja sama dengan aparat untuk mengendalikan kebakaran hutan,” tegasnya.

Baca Juga :  Usai di Kukuhkan, Bupati Kutim Minta Bunda Literasi Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

Ia juga menyinggung upaya sosialisasi yang masih dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Bengalon, sebagai bagian dari langkah antisipasi agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

Terkait kesiapan peralatan pemadaman, Mahyunadi mengakui sejumlah peralatan yang dimiliki masih tersedia, namun kondisinya belum sepenuhnya maksimal.

“Masih ada walaupun tidak terlalu maksimal. Yang terakhir itu alat backpack APAR kita tahun 2015 rasanya. Jadi sekarang ada, sebagian masih berfungsi, tapi ada juga yang sudah tidak berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Sementara untuk dukungan anggaran, ia memastikan pemerintah daerah tetap memiliki alokasi tertentu yang dapat digunakan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan karhutla.

Namun, Mahyunadi menekankan bahwa kekuatan anggaran saja tidak cukup apabila kebakaran sudah terlanjur meluas. Karena itu, strategi utama pemerintah daerah tetap diarahkan pada pencegahan.

Baca Juga :  Polda Kaltim Ungkap Kasus Perampasan Kemerdekaan Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Kutim

“Kayaknya mampu, tapi tidak maksimal. Maka itu semua pihak, semua komponen harus terlibat. Kita lebih mengarah kepada pencegahan. Karena sebesar berapa pun anggaran kalau sudah api menyala, seperti di Kalteng, sebesar apa pun anggaran disiapkan itu tidak akan bisa,” ungkapnya.

Selain pemerintah dan aparat, Mahyunadi menegaskan perusahaan yang beroperasi di Kutim juga memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah terjadinya karhutla, khususnya perusahaan perkebunan.

Menurutnya, perusahaan perkebunan sawit maupun karet harus ikut menjaga wilayah operasional masing-masing sekaligus lingkungan di sekitarnya.

“Ya pasti mereka paling bertanggung jawab secara langsung, apalagi perusahaan-perusahaan perkebunan. Perkebunan sawit, perkebunan karet pasti mereka harus bertanggung jawab secara langsung,” katanya.(Adv)(Bk)