Bus Sekolah Kutim Sudah Beroperasi, Penambahan Armada Menunggu Kemampuan Anggaran

oleh -407 views

Beritakutim.com Sangatta – Program bus sekolah antarjemput pelajar di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai berjalan. Layanan transportasi khusus pelajar tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membantu memberikan akses transportasi yang lebih aman dan terjangkau bagi siswa.

Kepala Dishub Kutim, Poniso, mengatakan bus sekolah saat ini sudah mulai beroperasi dan melayani pelajar pada sejumlah rute yang telah ditentukan. Salah satu layanan yang telah berjalan berada di kawasan SMA Negeri 1 Sangatta.

“Bus sekolah ini sudah berjalan. Sudah mengantar. Memang kemarin masih percontohan,” ujar Poniso saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, pengoperasian bus sekolah dilakukan secara bertahap. Dishub terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap sejumlah sekolah dan kawasan yang dinilai membutuhkan dukungan transportasi bagi para pelajar.

Baca Juga :  Damkar Kutim Bergerak Cepat Padamkan Karhutla yang Dekati Gardu Induk PLN

Pemetaan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan rute pelayanan. Dengan demikian, bus sekolah diharapkan tidak hanya beroperasi, tetapi benar-benar menjangkau pelajar yang membutuhkan fasilitas transportasi untuk berangkat maupun pulang sekolah.

Poniso menjelaskan, kebutuhan terhadap layanan bus sekolah cukup beragam. Kondisi tersebut membuat Dishub perlu melihat skala prioritas sebelum menentukan sekolah maupun wilayah yang akan mendapatkan pelayanan.

“Jadi kita petakan dulu sekolah mana yang memang membutuhkan,” jelasnya.

Keberadaan bus sekolah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelajar dan orang tua. Selain membantu mobilitas siswa, layanan tersebut juga menjadi alternatif transportasi, khususnya bagi pelajar yang memiliki keterbatasan akses menuju sekolah.

Baca Juga :  Pasangan KB-Kinsu Resmi Terima Surat Rekomendasi dan Dukungan B1 KWK dari Partai Buruh

Meski demikian, Dishub Kutim belum dapat melakukan penambahan armada dalam jumlah besar. Keterbatasan kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan program tersebut.

Untuk tahun ini, belum ada penambahan armada bus sekolah. Dishub berencana kembali mengusulkan penambahan kendaraan pada tahun anggaran berikutnya apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.

“Kita usulkan kembali kalau memang anggarannya memungkinkan. Kalau anggarannya terbatas, kita tidak bisa memaksakan,” kata Poniso.

Menurutnya, pengembangan layanan bus sekolah harus tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Dishub tidak ingin program tersebut justru membebani anggaran apabila kondisi fiskal daerah belum memungkinkan untuk melakukan penambahan armada.

Meski begitu, pihaknya memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi bahan evaluasi. Dishub akan terus melihat pelaksanaan layanan yang sudah berjalan, termasuk mengevaluasi rute dan jumlah pelajar yang menggunakan fasilitas tersebut.

Baca Juga :  Di Peringatan HPSN 2023, Ardiansyah Sebut Sampah Bisa Mendatangkan Kesejahteraan

Evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas bus sekolah dalam membantu mobilitas pelajar di Kutim. Dari hasil evaluasi itu nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan armada tambahan.

Poniso juga menegaskan bahwa Dishub tetap membuka ruang bagi sekolah maupun masyarakat untuk menyampaikan usulan terkait kebutuhan layanan bus sekolah. Usulan tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pemetaan dalam menentukan prioritas pelayanan.

“Kita tetap menerima usulan dari sekolah maupun masyarakat. Nanti kita lihat kebutuhan dan kemampuan anggarannya,” ujarnya. (Bk)