Tahlil Akbar di Teluk Lingga, Wabup Kutim Ajak Perbanyak Bekal Akhirat

oleh -565 views

SANGATTA – Ratusan jamaah memadati Pemakaman Umum Gang Banjar, Teluk Lingga, Sangatta Utara, Selasa pagi (17/2/2026), dalam kegiatan Tahlil Akbar menyambut bulan suci Ramadan. Agenda yang digagas Badan Koordinasi Masjid dan Musala (BKMM) Muslimat NU Kutai Timur itu berlangsung khidmat di tengah suasana sejuk kawasan pemakaman.

Sejak awal acara, lantunan tasbih, tahmid, dan doa terdengar bersahut-sahutan. Para pengurus dan anggota BKMM Muslimat NU, tokoh agama, serta masyarakat sekitar duduk bersila mengikuti rangkaian tahlil yang digelar sebagai bentuk ikhtiar batin menjelang Ramadan.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, turut hadir bersama jamaah. Ia mengaku mendapatkan pengalaman spiritual yang berbeda karena baru pertama kali mengikuti haul yang dilaksanakan langsung di area pemakaman umum.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Fraksi Golkar Walk Out

“Saya baru pertama kali hadir dalam haul seperti ini. Saya biasa melaksanakan haul juga, tapi melaksanakan haul di pemakaman ini baru pertama kali. Ada baiknya juga haul di sini, karena orang hadir di kuburan, kalau kita mendoakan, hatinya serasa lebih dekat,” ujarnya.

Menurutnya, suasana pemakaman menghadirkan ruang perenungan yang lebih dalam. Ia menuturkan, setiap berziarah ke makam ayahnya, ia merasakan kedekatan batin yang sulit digambarkan.

Baca Juga :  Kejari Kutim Akan Panggil Paksa Saksi Yang Tidak Koorperatif, Terkai kasus Korupsi Pengadaan Solar Cell Di Kutim, Bagi Pihak Yang Melindungi akan kita Tindak

“Tiap saya ziarah ke makam ayah saya, hati serasa dekat, serasa berhadapan,” tuturnya.

Mahyunadi menyampaikan, berada di lingkungan pemakaman membuat seseorang lebih mudah melakukan introspeksi diri. Keheningan membuka ruang untuk merenungi kehidupan, kematian, serta bekal yang dipersiapkan untuk kehidupan setelah dunia.

“Lalu hati kembali berbicara, bagaimana kalau aku mati, apakah bahagia atau sedih dalam kubur. Pikiran kemudian terbuka dan memperbanyak amalan sholeh untuk bekal kita di akhirat kelak,” ucapnya.

Ia juga membagikan pesan yang pernah diterimanya, bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara, layaknya musafir yang menyiapkan bekal sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

Baca Juga :  RS Pratama di MAWAKAL, Tinggal Tunggu Izin Opersional dan SDMK

“Persiapan kita harus lengkap dan pandai-pandai menempatkan persiapan itu,” katanya.

Menurutnya, setiap fase kehidupan memiliki perbekalan berbeda, baik untuk kehidupan dunia maupun untuk fase setelahnya.

“Begitu juga di hidup ini, mana bekal di dunia, mana bekal di alam barzah, mana bekal di Padang Mahsyar,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti Tahlil Akbar tersebut dapat terus dilaksanakan sebagai pengingat bagi umat agar senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang akan datang.