SANGATTA – Dalam rangka memperkuat intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting yang termuat dalam 50 Program Unggulan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menggelar kegiatan simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Anak Sekolah berupa Gratis Minum Susu serta penyerahan Alat Antropometri (alat pemantauan pertumbuhan), di TK 01 Sangatta Utara, Jalan Graha Expo, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan tersebut disimboliskan dan diserahkan secara langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penurunan stunting, sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menekankan pentingnya deteksi dini pertumbuhan anak melalui pengukuran yang terstandar.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus menempatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Menurutnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul.
“Program minum susu gratis ini adalah bentuk komitmen daerah dalam mendukung kebijakan nasional. Kami ingin memastikan anak-anak Kutai Timur mendapatkan asupan nutrisi yang memadai agar tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,”ujarnya.
Bupati Ardiansyah juga menjelaskan Jika Presiden memiliki program Makan Bergizi Gratis (MBG) maka Kabupaten Kutai Timur (Kutim) juga menghadirkan program Gratis Minum Susu dan Makan Buah sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi nasional serta provinsi.
“Anak-anak kita adalah investasi masa depan daerah. Melalui pemberian makanan tambahan berupa susu ini, kita memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif,”ucap pria berkecamata.
Orang nomor satu di Kutim itu juga mengajak seluruh unsur, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan hingga orang tua, untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal pertumbuhan anak. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen serius menekan angka stunting demi menciptakan generasi emas Kutai Timur yang berkualitas.
Sementara itu, Bunda PAUD Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah, menekankan pentingnya pendidikan dan pemenuhan gizi pada masa awal kehidupan anak.
Dalam sambutannya, Istri dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman itu, menyampaikan bahwa usia dini merupakan periode emas perkembangan otak, sehingga anak memerlukan stimulasi yang tepat sekaligus dukungan gizi yang seimbang. Ia menilai pemberian susu dan alat pemantauan pertumbuhan menjadi langkah konkret dalam memastikan kondisi fisik anak terjaga sekaligus memudahkan deteksi dini apabila ditemukan gangguan pertumbuhan.
“Orang tua memiliki peran sentral dalam memastikan anak rutin dipantau kesehatannya, mendapatkan asupan gizi yang baik, serta memperoleh pengasuhan yang tepat di rumah. Sinergi antara keluarga, satuan PAUD, dan tenaga kesehatan sangat menentukan keberhasilan upaya ini,”katanya.
Bunda PAUD Kutai Timur juga memberi pesan motivasi kepada anak-anak agar terus semangat belajar, bermain, dan mengembangkan potensi diri sebagai generasi penerus daerah.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan melalui kolaborasi Dinkes Kutim bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta berbagai pihak terkait.
Ia menyebutkan, bantuan yang diserahkan meliputi satu set lengkap antropometri kit berupa timbangan badan digital, alat ukur panjang dan tinggi badan (stadiometer), serta pengukur lingkar kepala dan lengan. Selain itu, disalurkan pula susu UHT dengan nutrisi khusus pertumbuhan sebagai bagian dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Adapun sasaran penerima alat antropometri mencakup 342 satuan pendidikan tingkat PAUD (TK, KB, SPS, TPA) se-Kabupaten Kutai Timur. Sementara penerima manfaat program susu gratis meliputi 15.101 anak PAUD, 55.363 siswa SD, dan 19.854 siswa SMP di seluruh Kutai Timur. Dinas Kesehatan memastikan pendataan terus diperbarui untuk menjangkau sekolah-sekolah yang belum terdata agar seluruh sasaran dapat menerima manfaat program.
Melalui program ini, Pemkab Kutim berharap upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat sistem pemantauan pertumbuhan anak secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kutai Timur. (BK2)







