Dinkes Kutim Matangkan Pembangunan RSUD Muara Wahau, Amdal Ditarget Rampung 2026

oleh -12 views

SANGATTA – Upaya memperluas akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman terus digenjot Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Salah satu fokus utama saat ini adalah persiapan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D yang akan berdiri di Kecamatan Muara Wahau.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan layanan medis masyarakat di Muara Wahau, Kongbeng, dan Telen yang selama ini masih terbatas.

“Saat ini telah memasuki tahap peninjauan lokasi Pembangunan yang ada di Desa Wanasari. Pemerintah menargetkan tahap pembersihan lahan rampung pada tahun 2026 ini, sehingga proses konstruksi fisik dapat segera dimulai pada tahun 2027 mendatang,” ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (23/01/2026).

Baca Juga :  Ibu Suriati Siap Menata Kembali Desa Sepaso

Selain persiapan lahan, Dinas Kesehatan juga tengah melengkapi berbagai dokumen pendukung, salah satunya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Dokumen tersebut ditargetkan tuntas pada 2026 sebagai prasyarat utama sebelum pembangunan fisik dimulai.

“Oleh karena itu, penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi salah satu tahapan penting yang wajib dipenuhi sebelum pembangunan rumah sakit dilakukan,” imbuhnya.

Menurut Yuwana, rumah sakit yang akan dibangun di atas lahan hibah seluas enam hektare dari Desa Wanasari ini sudah lama dinantikan masyarakat. Selama ini, warga di kawasan tersebut hanya mengandalkan pelayanan tingkat pertama di puskesmas. Jika membutuhkan penanganan lanjutan, pasien harus menempuh perjalanan jauh menuju RSUD Kudungga di Sangatta.

Baca Juga :  Raker Perdana ASKAB PSSI Kutim, Bahas Program Kerja dan Agenda Sepak Bola

“Ini menjadi bagian dari komitmen bapak Bupati kita (Ardiasnyah Sulaiman) dalam mengahadirkan layanan kesehatan yang mudah di jangkau oleh masyarakat,” imbuhnya.

Tak hanya fokus pada bangunan fisik, Dinkes Kutim juga mulai menyiapkan kebutuhan alat kesehatan dan sumber daya manusia. Pada tahap awal, RSUD Muara Wahau direncanakan memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 100 tempat tidur.

Baca Juga :  Peringatan Hardiknas 2022, Wabup: Program Merdeka Sinyal Tahun Ini Bakal Rampung

“Tiga komponen itu mutlak harus kita sediakan, agar pelayanan kesehatan keapda masyarakat bisa maksimal,” tuturnya.

Mantan Direktur RSUD Kudungga ini optimistis, lokasi rumah sakit yang dinilai strategis serta akses wilayah yang relatif mudah akan membantu proses perekrutan tenaga medis, termasuk dokter spesialis.

“Kita berharap. Proyek ini dapat menjadi solusi atas terbatasnya fasilitas kesehatan kepada Masyarakat. Kami juga meminta dukungandari seluruh pihak terutama masyarakat agar Pembangunan rumah sakit ini bisa segera di wujudkan,” harapnya.