DWP Kutim Dorong Anggota Miliki Pola Pikir Wirausaha untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

oleh -6 views

SANGATTA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kualitas dan ketahanan ekonomi keluarga melalui penanaman pola pikir kewirausahaan. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Keluarga bertema “Entrepreneur bagi Anggota DWP se-Kabupaten Kutai Timur” yang digelar di Ruang Damar, lantai dua Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari jajaran pengurus dan anggota DWP Kutim serta menghadirkan narasumber dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA), Naning Trilestari.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kutim yang diwakili Wakil Ketua II Evy Poniso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Baca Juga :  191 Guru Inklusi Disiapkan untuk Layani ABK di Seluruh Kutai Timur

Ia menilai kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan peran perempuan di bidang ekonomi keluarga.

“Atas nama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kutim, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur atas kolaborasi dan dukungan penuh dalam terselenggaranya kegiatan yang sangat penting ini,” ujar Evy.

Evy menjelaskan bahwa tema yang diangkat memiliki makna lebih dalam daripada sekadar belajar berbisnis atau mencari penghasilan tambahan. Menurutnya, entrepreneur mindset adalah pola pikir yang harus dimiliki oleh setiap individu agar mampu beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

Baca Juga :  Porkopri II Kutim Resmi Dibuka, Basuki: Kutim Bukan Kaleng-kaleng

“Entrepreneur mindset adalah tentang berpikir proaktif, mampu melihat peluang bukan hanya masalah, berani mengambil risiko yang terukur, serta memiliki kemampuan berinovasi dan beradaptasi. Ini juga tentang semangat pantang menyerah dan belajar dari kegagalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui penanaman pola pikir tersebut, DWP Kutim berharap para istri dan ibu dapat bertransformasi dari sekadar pengelola pasif rumah tangga menjadi manajer strategis dalam pengelolaan sumber daya keluarga.

“Kita sebagai istri dan ibu tidak hanya menjadi menteri keuangan rumah tangga yang pasif, tetapi juga menjadi CEO yang strategis mampu mengelola sumber daya, menciptakan solusi, dan memastikan ketahanan ekonomi keluarga. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan kualitas keluarga secara keseluruhan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Luncurkan Cap Jempol, Pendidikan Sampai ke Rumah Warga

Evy juga mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai titik awal dalam peningkatan kualitas diri dan semangat kewirausahaan.

Ia berharap ilmu dan motivasi yang diperoleh tidak berhenti di ruangan acara, melainkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap ilmu yang didapat tidak berhenti di ruangan ini, tetapi bisa diimplementasikan, baik untuk mendukung karier suami, mengembangkan potensi diri, maupun merintis usaha kreatif yang dapat berkontribusi pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya.