Pemkab Kutim Luncurkan Cap Jempol, Pendidikan Sampai ke Rumah Warga

oleh -9 views

Sangatta – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) memasuki fase baru dengan hadirnya layanan pendidikan nonformal “Cap Jempol” atau Cara Pelayanan Jemput Bola Warga Belajar. Program ini menjadi bagian penting dalam Strategi Anti ATS (SITISEK) yang diluncurkan di Cafe Maloy Hotel Royal Victoria pada Jumat 21 November 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa Cap Jempol dirancang untuk menjangkau langsung warga yang kehilangan akses pendidikan karena kendala jarak, ekonomi, maupun kondisi sosial.

Baca Juga :  Seleksi Terbuka Pejabat Kutim Memasuki Tahap Substantif di Samarinda

“Cap Jempol hadir untuk menjemput mereka yang hilang dari sistem pendidikan. Tidak menunggu, tetapi mendatangi,” kata Mulyono.

Dengan pendekatan jemput bola ini, warga belajar yang putus sekolah dapat mengikuti program pendidikan Paket A, B dan C, serta mendapatkan ijazah resmi setara pendidikan formal.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah hadir hingga ke pelosok, memastikan tidak ada anak tertinggal dari layanan pendidikan.

Baca Juga :  Pemerataan PAUD di Kutai Timur Terus Diperluas

“Dengan layanan seperti Cap Jempol, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak di Kutim untuk tidak sekolah. Pemerintah hadir sampai ke pintu rumah warga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa layanan jemput bola memperkuat kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang sudah disiapkan lengkap dengan fasilitas gratis seperti seragam, buku dan perlengkapan dasar pendidikan.

Peluncuran Cap Jempol dan RAD SITISEK turut dihadiri Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Forkopimda dan sejumlah kepala OPD. Kolaborasi lintas sektor menjadi dorongan penting dalam mempercepat penurunan ATS, terutama di wilayah pedalaman dan pesisir.

Baca Juga :  Kutim Hentikan Rekrutmen Honorer, Seluruhnya Diangkat Jadi PPPK

Melalui Cap Jempol, Pemkab Kutim optimistis bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi jembatan bagi anak-anak dan remaja yang selama ini terputus dari bangku sekolah agar kembali memiliki masa depan yang lebih baik. (ADV)