957 Guru Kutim Ikuti Sertifikasi Google demi Wujudkan Sekolah Digital

oleh -269 views

Sangatta – Transformasi digital pendidikan di Kutai Timur terus bergerak maju. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menyampaikan bahwa ratusan guru kini telah mengikuti pelatihan Google Certified sebagai persiapan menuju sekolah berbasis teknologi. Program ini menargetkan 35 sekolah menjadi Sekolah Rujukan Google.

Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, mengatakan pelatihan kompetensi digital menjadi gerbang utama sebelum 35 sekolah tersebut masuk ke tahap akreditasi berbasis teknologi.

Baca Juga :  Disdikbud Kutim Susun Strategi Khusus Tekan Angka Putus Sekolah

“Untuk tahap kedua, yang sebelumnya sekitar 100 lebih peserta, kini sudah hampir 957 tenaga pendidik dan kependidikan yang ikut. Totalnya sudah lumayan untuk 35 sekolah itu,” jelas Irma.

Ia menegaskan setiap guru wajib menyelesaikan pelatihan Level Zero (L0) dan minimal 30 persen tenaga pendidik harus lulus Level 1 (L1) sebagai syarat kelayakan Sekolah Rujukan Google.

Selain peningkatan SDM, kesiapan perangkat digital turut menjadi perhatian. Setiap sekolah diwajibkan memiliki sedikitnya 60 Chromebook untuk menunjang pembelajaran berbasis Google Workspace.

Baca Juga :  Respon Keluhan Warga, Wabup Mahyunadi Segera Rapat Koordinasi Tertibkan Bus Perusahaan yang Berhenti Sembarangan

“Tantangan terbesar ada pada peningkatan kapasitas SDM. Guru harus melek digital, mulai dari Google Form, Google Sheet, Google Cloud, hingga fitur-fitur Workspace lainnya. Bahkan sudah ada pengembangan kecerdasan buatan dari Google yang harus dipahami,” ujarnya.

Ia menilai digitalisasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari, mengingat peserta didik akan menghadapi era bonus demografi pada 2035.

Baca Juga :  191 Guru Inklusi Disiapkan untuk Layani ABK di Seluruh Kutai Timur

Irma menyebut seluruh pendidik dan siswa wajib memiliki akun belajar untuk mendukung sistem pembelajaran yang terintegrasi. Kurikulum terbaru juga menuntut guru menghadirkan pembelajaran mendalam agar siswa memahami konsep, bukan sekadar menghafal.

Dengan kompetensi digital yang makin kuat, Disdikbud optimistis proses belajar di Kutim akan lebih interaktif dan tanggap terhadap perkembangan teknologi. (ADV)