Jalan Poros Rantau Pulung Masuk Program Prioritas 2026, Yusri Yusuf Tegaskan Siap Kawal Pembangunan

oleh -695 views

Sangatta – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam meningkatkan konektivitas wilayah kembali mendapat angin segar. Salah satu proyek penting yang telah lama dinantikan masyarakat, yakni pembangunan jalan poros Rantau Pulung, akhirnya dipastikan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik jalan tersebut akan dimulai pada tahun depan melalui skema kontrak multiyears.

Kepastian ini sekaligus menjawab keluhan panjang masyarakat Rantau Pulung yang selama bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang mudah rusak, berlubang, hingga sering tidak dapat dilalui ketika musim hujan.

Kerusakan tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya transportasi, lambatnya distribusi logistik, dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jalan poros Rantau Pulung alhamdulillah diakomodir. Insyaallah tahun depan sudah dimulai, sepanjang itu akan diperbaiki dan dibangun melalui skema kontrak multiyears (MYC). Jalan ini prioritas karena keluhannya sudah berlangsung lama,” kata Yusri.

Baca Juga :  Perda Penanggulangan Kebakaran Resmi Disahkan, DPRD Kutim: Fokus pada Pencegahan

Yusri menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari 32 usulan infrastruktur yang diajukan oleh anggota DPRD Kutim dari berbagai daerah pemilihan. Seluruh usulan itu dibawa ke dalam rapat RPJMD dan telah
mendapat persetujuan dari pemerintah daerah.

Selain Rantau Pulung, sejumlah usulan lain berasal dari daerah Bengalon, Muara Wahau, Karangan, hingga Kaliorang.
Ia menegaskan bahwa keseluruhan program tersebut diarahkan untuk mengatasi persoalan mendasar masyarakat di daerah pemukiman dan sentra ekonomi, terutama yang membutuhkan intervensi infrastruktur jangka panjang.

“Ini semua adalah kebutuhan yang muncul dari bawah, dari masyarakat langsung. Kami hanya membawa aspirasi itu ke dalam pembahasan. Alhamdulillah pemerintah daerah merespons dengan baik,” jelas Yusri.

Jalan poros Rantau Pulung selama ini dikenal sebagai jalur utama bagi warga dari berbagai desa untuk mengakses pusat ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan. Selain itu, jalan ini merupakan rute vital bagi kendaraan transportasi hasil pertanian, peternakan, dan perkebunan, termasuk usaha para UMKM yang mengandalkan kelancaran distribusi.

Baca Juga :  May Day 2023, Joni Siap Fasilitasi Terkait Enam Tuntutan Serikat Buruh

Dengan diperbaikinya jalan tersebut, Yusri berharap terjadi peningkatan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Ia menjelaskan bahwa konektivitas yang baik akan mendorong pemangkasan biaya angkut, mempercepat arus barang, dan membuka peluang investasi lokal.

“Jalan itu urat nadi warga. Kalau aksesnya baik, semuanya berkembang. Ini bukan hanya soal mobilitas, tapi tentang bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, Yusri menekankan bahwa DPRD Kutim akan melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas dan proses pengerjaan jalan. Menurutnya, proyek dengan skala multiyears memerlukan kepastian bahwa setiap tahap berjalan sesuai standar teknis.

“Kami ingin memastikan kualitas beton yang digunakan memenuhi spesifikasi, jadwal pekerjaan tidak molor, dan manfaat pembangunan benar-benar kembali kepada warga. Pengawasan menjadi tugas kami untuk menjaga amanah ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutannya, termasuk pemeliharaan berkala agar hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Novel Tyty Paembonan Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan

Masyarakat Rantau Pulung sendiri telah lama menyuarakan kebutuhan pembangunan jalan ini. Dengan masuknya proyek tersebut ke RPJMD, warga kini menaruh harapan besar bahwa akses transportasi akan jauh lebih baik dibandingkan kondisi saat ini yang kerap menyulitkan perjalanan.

Selain itu, langkah ini dinilai sebagai bukti bahwa pemerataan pembangunan di Kutai Timur terus mengalami peningkatan. Pemerintah dan DPRD menunjukkan keseriusan dalam mengatasi ketimpangan layanan infrastruktur, terutama di wilayah yang selama ini dianggap tertinggal dalam aspek pembangunan dasar.

Ke depan, Yusri berharap seluruh proyek yang telah diakomodir pemerintah dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi pemicu percepatan pembangunan di berbagai kecamatan.

“Insyaallah, kalau semua berjalan baik, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Kita optimistis pembangunan di Kutai Timur terus bergerak maju,” tutupnya. (Adv/bk)