Noviari Tegaskan Tiga Komitmen Pembangunan Konstruksi di Kutim

oleh -645 views

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi melalui penguatan komitmen dan kompetensi tenaga kerja lokal. Hal ini disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, saat membuka kegiatan Sosialisasi Pembinaan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Tenaga Kerja Konstruksi Tahun 2025 di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Rabu (12/11/2025).

Dalam arahannya, Noviari menyampaikan bahwa terdapat tiga komitmen utama yang harus menjadi pegangan dalam pembangunan jasa konstruksi di Kutim.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Dinas PPKB Kutim Sasar Remaja dan Calon Pengantin

“Pertama, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas sekaligus motor pembangunan. Kita harus memastikan bahwa tenaga kerja di proyek konstruksi adalah putra-putri daerah yang kompeten,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kualitas proyek menjadi komitmen kedua yang harus dijaga. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara profesional, terukur, dan memberikan manfaat nyata.

Baca Juga :  Prestasi Gemilang Pemkab Kutim di Ranah Digital, Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di IT Works Awards 2023

“Kedua, proyek konstruksi harus berkualitas, tepat waktu, dan benar-benar bermanfaat. Bukan sekadar laporan di atas kertas, tetapi harus disertai pengawasan mutu yang ketat, penerapan teknologi yang efisien, serta kepatuhan terhadap verifikasi Pejabat Pembuat Komitmen,” lanjut Noviari.

Ketiga, ia menegaskan bahwa pembangunan harus memberikan dampak nyata bagi seluruh elemen masyarakat.

“Ini wajib kita dorong agar proyek konstruksi menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Beasiswa Kutim Tuntas Masih Tunggu Proses

Noviari menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Peningkatan kapasitas SDM konstruksi, katanya, berperan penting dalam memastikan proyek pembangunan berjalan sesuai standar mutu dan berkelanjutan.

Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memiliki dorongan untuk meningkatkan keterampilan secara berkelanjutan.