Shabaruddin Minta Akses Wisata Masuk Prioritas MYC 2026-2028

oleh -761 views

SANGKULIRANG – Anggota DPRD Kutai Timur dari Dapil 5, Shabaruddin, mendesak pemerintah daerah agar memasukkan peningkatan akses menuju destinasi wisata ke dalam program multiyears contract 2026 sampai 2028. Ia menilai potensi pariwisata Kutai Timur, khususnya di wilayah pesisir, belum berkembang optimal karena terkendala buruknya kondisi jalan menuju sejumlah lokasi wisata.

Menurut Sekretaris Komisi D Bidang Kesra tersebut, Pulau Miang merupakan salah satu destinasi unggulan yang sudah memiliki daya tarik kuat, mulai dari pemandangan laut, keanekaragaman ikan, hingga habitat penyu. Namun, akses darat menuju lokasi masih jauh dari layak. “Yang kita butuhkan itu jalan beton yang layak. Wisatawan sering mengeluh lelah karena kondisi jalan, bukan karena jauhnya perjalanan,” tegasnya.

Baca Juga :  Asmawardi, Alat Tangkap Ikan dan Kebutuhan Pupuk Petani Selalu di Butuhkan Warga

Ia juga menyoroti kawasan jepu jepu, jalur Pantai Sekrat hingga Pantai Marang, serta titik pesisir lain yang sebenarnya sudah populer. Menurutnya, destinasi tersebut seharusnya mudah dijangkau oleh pengunjung, bukan justru membuat wisatawan enggan datang karena kondisi jalan yang buruk.

Selain wilayah pesisir, Shabaruddin mengingatkan bahwa pariwisata di pedalaman Kutai Timur juga memiliki potensi besar. Ia mencontohkan Gua Kombeng, air terjun, hingga gugusan gunung karst yang bisa dikembangkan lebih agresif apabila akses jalan ditingkatkan.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan Meminta Pemerintah Untuk APBD 2022 tidak jauh dari realisasi APBD 2020.

“Begitu akses dibangun, roda ekonomi UMKM, transportasi wisata, dan usaha lokal akan ikut bergerak,” ujarnya.

Shabaruddin yang merupakan anggota Fraksi Gelora Amanat Perjuangan itu juga mempertanyakan efektivitas studi banding yang dilakukan Dinas Pariwisata ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Menurutnya, hasil studi tersebut harus terlihat dalam peningkatan pengelolaan pariwisata maupun kontribusi terhadap PAD daerah.

“Pariwisata punya target PAD sendiri. Kita harus mulai melihat hasil nyata, bukan sekadar menambah daftar kunjungan kerja,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap pembangunan akses wisata harus diberikan secara merata di seluruh wilayah Kutai Timur. Menurutnya, potensi alam, budaya, hingga wisata petualangan hanya dapat berkembang apabila pemerintah menunjukkan keseriusan melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Baca Juga :  Abdi Firdaus, Cakades Agar Bertarung Secara Sportif Dalam Menyakinkan Warga

“Kutim ini luas. Semua wilayah punya potensi. Jangan sampai yang maju hanya satu bagian saja,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar peningkatan akses wisata dicantumkan secara jelas dalam program MYC, terlebih sektor pariwisata dan UMKM merupakan bagian dari 50 program unggulan pemerintah daerah periode 2025 sampai 2030.

“Kalau ingin dampaknya besar dan berkelanjutan, infrastruktur menuju destinasi wisata harus menjadi prioritas utama,” tutupnya. (Adv/bk)