SAMARINDA – Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kini memasuki tahap penilaian kompetensi substantif. Proses krusial berupa penyusunan makalah dan wawancara mendalam berlangsung 24–27 November 2025 di Samarinda, dipimpin langsung Ketua Panitia Seleksi (Pansel) yang juga Sekretaris Kabupaten Kutim, Rizali Hadi.
Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah menjelaskan bahwa asesmen kali ini melibatkan penilai berkompeten dari akademisi dan lembaga kepegawaian nasional. Di antaranya Prof Dr H Muhammad Noor dan Prof Dr Bambang Irawan dari Universitas Mulawarman, serta Dr Rudiarto Sumarwono, Komisioner Pokja Pengawasan Bidang Pengisian JPT Wilayah I.
Semua rangkaian seleksi ditegaskan berlangsung profesional, objektif, dan transparan. Publik dapat memantau seluruh perkembangan melalui kanal resmi BKPSDM.
“Seluruh tahapan disusun transparan dan profesional, serta dapat dipantau publik melalui kanal resmi BKPSDM Kutim,” ucap Misliansyah.
Sebanyak 37 peserta dari enam formasi telah lolos seleksi administrasi dan tengah bersaing untuk menembus tiga besar pada tiap formasi. Keenam formasi tersebut yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris DPRD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkebunan, serta Kepala Dinas Kesehatan.
Penetapan tiga besar diagendakan diumumkan pada 3 Desember 2025. Nama-nama terbaik dari tiap formasi itu nantinya menjadi kandidat final sebelum dipilih oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk menetapkan pejabat definitif.
Misliansyah memastikan bahwa seleksi terbuka ini menjadi komitmen Pemkab Kutim dalam memperkuat meritokrasi dan profesionalitas birokrasi. Ia berharap proses ini menghasilkan pejabat yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik dan dinamika pembangunan di Kutim.
Dengan seleksi ketat dan pengawasan melekat, publik Kutim menunggu siapa saja figur yang akan mengisi kursi strategis birokrasi daerah untuk tahun-tahun mendatang.






