Sangkulirang Dorong Penguatan Faskes dan Air Bersih untuk Tekan Stunting

oleh -11 views

SANGKULIRANG – Upaya percepatan penurunan stunting terus didorong melalui penguatan perencanaan pembangunan terintegrasi, terutama pada sektor kesehatan dan penyediaan air bersih.

Pemerintah Kecamatan Sangkulirang menilai dua sektor tersebut menjadi kunci dalam pencegahan stunting yang masih menjadi perhatian di wilayahnya.

Camat Sangkulirang Cipto Bintoro menyampaikan, salah satu kendala utama dalam pencegahan stunting adalah belum tersedianya fasilitas kesehatan yang representatif di tingkat desa.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kaltim-Pemkab Kutim Gelar Pertemuan, Tindaklanjuti Audensi AMPB Kutim Terkait Pascabencana Banjir,

“Kami sangat berharap adanya peningkatan fasilitas kesehatan di desa-desa se-Kecamatan Sangkulirang. Selain itu, upaya-upaya sensitif yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan anak juga perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya, Rabu (04/02/2026).

Ia menambahkan, penyediaan air bersih turut memegang peranan penting dalam menekan angka stunting. Beberapa desa di Sangkulirang, kata dia, sebenarnya telah memiliki embung dan instalasi Water Treatment Plant (WTP), namun belum didukung kesiapan sumber daya manusia untuk mengelolanya.

Baca Juga :  Sambut HUT Kutim ke 23, Ratusan Bikers Ikuti Adhyaksa Fun Bike

Menurutnya, pengelolaan WTP membutuhkan keahlian khusus, terlebih karakteristik air di wilayah tersebut memerlukan penanganan tertentu.

“WTP ini tidak bisa dikelola secara sembarangan. Air yang diolah umumnya bersifat asam sehingga memerlukan proses pengolahan yang lengkap. Semua itu membutuhkan operator yang kompeten dan memiliki kepedulian dalam perawatan fasilitas yang sudah dibangun,” jelasnya.

Baca Juga :  Ungkap Jaringan Narkoba, Polsek Muara Wahau Berhasil Amankan Pelaku dan 143,79 Gram Sabu

Cipto menekankan, peningkatan kapasitas calon operator menjadi kebutuhan mendesak dan diharapkan dapat difasilitasi oleh dinas terkait agar pemanfaatan fasilitas benar-benar optimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap dinas terkait dapat memfasilitasi pelatihan bagi operator WTP di desa-desa, karena keberlanjutan pengelolaan air bersih ini sangat menentukan. Semua upaya tersebut pada akhirnya bermuara pada pencegahan stunting,” pungkasnya.