Disdikbud Kutim Targetkan Museum Daerah Rampung dalam 2–3 Tahun

oleh -9 views

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menyiapkan langkah konkret untuk menghadirkan museum daerah sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya lokal. Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Fadliansyah, saat membuka Festival Pesona Budaya Kutim 2025 yang berlangsung di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Jumat malam 21 November 2025.

Fadliansyah menyebut festival tahun ini menjadi titik awal penguatan arah kebijakan kebudayaan daerah, termasuk pendirian Museum Kabupaten Kutim yang telah masuk dalam rencana prioritas.

Baca Juga :  191 Guru Inklusi Disiapkan untuk Layani ABK di Seluruh Kutai Timur

“Benda-benda pusaka yang kami tampilkan ini mudah-mudahan menjadi cikal bakal berdirinya Museum Kabupaten Kutim,” ujar Fadliansyah di hadapan undangan dan para pelaku seni budaya.

Selama festival berlangsung, Bidang Kebudayaan menghadirkan Galeri Pusaka Budaya dengan dua tenda khusus yang menampilkan koleksi peninggalan bersejarah. Ia berharap museum dapat terwujud dalam dua hingga tiga tahun ke depan sebagai bagian dari wajah kemajuan peradaban daerah.

Baca Juga :  Hindari Beban Keuangan Menumpuk, Bupati Ardiansyah: Proyek Dijalankan Maksimal Selama Dua Tahun

Menurutnya, museum diperlukan sebagai ruang edukasi publik yang memberi pemahaman lebih kuat mengenai sejarah, perkembangan suku, dan adat yang menjadi bagian dari identitas Kutim.

“Keberadaan museum akan memperkuat dokumentasi budaya serta menjadi pusat belajar generasi muda,” tegasnya.

Selain itu, ia mengapresiasi kontribusi DKKT yang disebut menjadi motor penggerak festival dan berbagai aktivitas kebudayaan di Kutim.

“Kami berterima kasih kepada Dewan Kesenian Kutim, panitia, sponsor, dan seluruh relawan yang telah bekerja keras. Tanpa kolaborasi ini, festival dan berbagai program kebudayaan tidak dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Pastikan Posisi Aman dalam Penyerapan APBD, Fokus Hindari Utang Baru 2025

Melalui momentum festival, ia mengajak masyarakat ambil bagian dalam merawat nilai budaya daerah agar terus lestari di tengah modernisasi.

“Kami berharap masyarakat tidak sekadar menikmati festival, tetapi juga ikut menjadi bagian dari gerakan besar kemajuan kebudayaan di Kutim,” tutupnya. (ADV)