Bebas Penyakit Frambusia Selama Tiga Tahun Terakhir, Kutim Terima Sertifikat dari Kemenkes RI

oleh -43 views
430173127 1100202447951030 6887487760473470799 n

JAKARTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu dari 99 kabupaten/kota di Indonesia yang dinyatakan bebas frambusia. Bebasnya Kutim dari penyakit ini ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu, 6 Maret 2024 dalam acara Hari NTD (Neglected Tropical Diseases) sedunia, yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

Kutim sebagai salah satu Kabupaten yang berhasil menekan jumlah penyakit frambusia secara permanen. Sehingga tidak menjadi masalah kesehatan di tengah masyarakat.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Sebelumnya 99 bupati/wali kota penerima sertifikat turut melakukan komitmen pembebasan dan mempertahankan status bebas frambusia.

Baca Juga :  Sutomo mengapresiasi Dinas Kehutanan dan Gakumdu KLHK Yang Berhasil Menyita Excavator di Danau Redan

Ditemui usai menerima sertifikat ini, Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi Kadinkes Kutim dr Bahrani mengatakan, diterimanya sertifikat bebas frambusia itu merupakan kerjakeras semuanya, khususnya Dinas Kesehatan.

“Insyaallah di Kutai Timur aman frambusia. Karena selama ini kita juga tidak melihat anak-anak menderita penyakit seperti korengan dan gatal-gatal. Ini sesuatu yang luar biasa,” ujar orang nomor satu Kutim ini.
Sementara itu, Kadinkes Kutim dr Bahrani menyampaikan Frambusia ini termasuk penyakit yang terabaikan, karena termasuk penyakit lama yang jarang terdengar.

“Penyakit ini awalnya berupa koreng saja, tetapi kalau dibiarkan bisa menyebabkan kecatatan, kelumpuhan dan lain-lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Anggaran Porprov Berau Sudah Siap, Kutim Target Pertahankan Juara Umum

Oleh karena itu, sambung dr Bahrani, penyakit ini menjadi penting untuk dipastikan kalau memang tidak ada di Kutim.

“Setelah tahapan yang kita lalui selama tiga tahun ini, kita tidak pernah menemukan kasus Frambusia ini,” ungkap mantan Direktur RSUD Kudungga ini.

Karena itulah, lanjutnya, maka Kutim dinyatakan bebas dari penyakit frambusia dan pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar penyakit frambusia tidak ada di Kutim.

“Sertifikat ini akan terus berlaku selama tidak ada kasus frambusia,” ungkap dr Bahrani
Terakhir dirinya meminta masyarakat agar terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga lingkungan agar selalu bersih.

Baca Juga :  Forum Anak Kutim Sampaikan Beberapa Aspirasi di Musrenbangkab 2023

Sebelumnya, saat memberikan sambutan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan pada tahun 2027 Indonesia harus menjadi negara di regional Asia Tenggara yang bebas penyakit frambusia.
Dalam mencapai target tersebut sambungnya, tentunya harus ada kolaborasi dan sinergitas dari seluruh pihak baik dari Pemerintah Daerah, TNi/Polri, serta masyarakat yang harus berperan aktif dalam mensosialisasikan dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit ini.

“Kami memberikan sertifikat ini, sebagai bentuk apresiasi kami kepada daerah-daerah yang telah bebas frambusia agar kabupaten/kota lain tentunya bisa termotivasi dalam upaya pencegahan penyakit frambusia ini,” ujarnya.