Bupati Ardiansyah Dorong Duta Pelajar Kutim Jadi Penggerak Positif di Sekolah dan Masyarakat

oleh -16 views

Beritakutim.com, SANGATTA – Para finalis Duta Pelajar Kutai Timur (Kutim) 2026 diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sebagai pemenang ajang pemilihan. Mereka didorong untuk membawa pengaruh positif dengan menjadi teladan sekaligus penggerak bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Pelajar Kutai Timur 2026 di Ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten, Sabtu (26/09/2026) malam.

Menurut Bupati Ardiansyah, perkembangan teknologi dan media digital membuat pelajar memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan gagasan. Karena itu, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat serta membangun lingkungan yang mendukung perkembangan generasi muda.

Ia menekankan, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan karakter yang kuat dan kemampuan memilah informasi. Pelajar juga diminta tidak mudah terbawa berbagai pengaruh negatif yang muncul di ruang digital maupun lingkungan pergaulan.

“Kami berharap Duta Pelajar Kutim 2026 tidak hanya menjadi simbol atau gelar, tetapi mampu menjadi contoh dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasmidi Tinjau Vaksinasi Bengalon, Garapan Kadin Kutim

Bupati Ardiansyah juga mengingatkan generasi muda agar menghindari berbagai kegiatan yang dapat merugikan masa depan. Energi dan waktu yang dimiliki pelajar, menurutnya, lebih baik diarahkan pada kegiatan yang dapat menambah wawasan, keterampilan, serta mendukung pencapaian cita-cita.

Ia turut mengapresiasi Kutim Action Center (KAC) yang menggagas kegiatan tersebut bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Menurutnya, keberadaan ajang Duta Pelajar memberikan kesempatan kepada anak muda untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Bagi Bupati Ardiansyah, lolos hingga tahap grand final sudah menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Para peserta dinilai telah menunjukkan keberanian, kemampuan dan kepercayaan diri selama mengikuti rangkaian seleksi.

“Kita harus percaya diri dan kita semua adalah juara,” katanya.

Peserta pemilihan Duta Pelajar Kutim 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan menyebut proses pemilihan Duta Pelajar Kutim 2026 diikuti 120 peserta. Dari seluruh peserta tersebut, terpilih 20 finalis yang terdiri dari 10 pelajar laki-laki dan 10 pelajar perempuan.

Baca Juga :  Hadiri Pesta Panen, Bupati: Maksimalkan Potensi Pisang Kepok

Para finalis selanjutnya bersaing memperebutkan gelar Duta Pelajar Kutai Timur 2026 yang nantinya juga menjadi representasi daerah dalam ajang pada tingkat lebih tinggi. Basuki mengatakan, program tersebut merupakan salah satu wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.

Basuki juga mengharapkan para finalis dapat menjadi penggerak di sekolah masing-masing. Mereka diharapkan mampu mengajak teman sebaya menjauhi narkoba, judi online, balap liar dan berbagai bentuk kegiatan negatif lainnya.

“Dukungan sekolah juga menjadi bagian penting dalam membentuk pelajar yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ketua Kutim Action Center, Aimam Tohari Situmorang, menambahkan peserta Duta Pelajar tahun ini berasal dari sekolah di 10 kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Muara Wahau, Sandaran, Sangkulirang, Busang, Karangan, Muara Ancalong dan Rantau Pulung.

Baca Juga :  Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96, AHK Tekankan Pentingnya Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional

Aimam menjelaskan, KAC dibentuk oleh sejumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan memilih kembali ke Kutai Timur untuk mengabdikan diri sekaligus membagikan pengetahuan yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi. Pembinaan generasi muda dilakukan melalui sejumlah program, di antaranya Duta Pelajar, Forum OSIS Kutai Timur hingga program beasiswa bagi mahasiswa.

Menurut Aimam, beberapa peserta binaan KAC juga telah meraih prestasi di tingkat nasional maupun perguruan tinggi. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mendorong lahirnya generasi muda Kutai Timur yang memiliki karakter, prestasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026 kemudian menjadi tahap penentuan figur yang akan membawa nama daerah sebagai representasi pelajar. Pemerintah daerah berharap mereka yang terpilih dapat menjalankan peran tersebut secara aktif dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat maupun pembangunan Kutai Timur. (ADV) (9)