Wabup Mahyunadi Siapkan Alternatif Perluasan Listrik di Wilayah Pesisir Kutim

oleh -597 views

Beritakutim.com, SANGATTA -Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengungkapkan sejumlah opsi untuk memperluas akses listrik di tiga wilayah yang masih menghadapi keterbatasan pasokan, yakni Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat dan Sandaran.

Menurut Mahyunadi, opsi tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Direktorat Jendral Ketenagalistrikan sebagai bagian dari upaya mencari solusi terhadap kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut.

Untuk Pulau Miang, salah satu skema yang dibahas yakni penerapan listrik PLN komunal. Skema tersebut dinilai dapat memberikan kapasitas listrik yang lebih besar sehingga masyarakat bisa menggunakan peralatan rumah tangga yang selama ini terkendala keterbatasan daya.

Baca Juga :  Sat Samapta Polres Kutim Giat Lakukan Patroli di Bulan Ramadan

“Dengan adanya PLN komunal nanti, maka di sana bisa tambah daya untuk masyarakat,” ujar Mahyunadi saat diwawancarai awak media usai menghadiri kegiatan di Kompleks Olahraga Kudungga Sangatta, Senin (21/09/2026).

Namun, penerapan skema tersebut membutuhkan kesiapan masyarakat untuk menjadi pelanggan PLN dan mengikuti ketentuan tarif listrik yang berlaku. Pasalnya, sistem pelayanan yang berjalan saat ini memiliki mekanisme berbeda, sementara keterbatasan daya membuat warga kesulitan menggunakan sejumlah peralatan seperti lemari pendingin.

Baca Juga :  Bupati Kutim Gelar Syafari Syawal di Kecamatan Kaliorang

Sementara untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, pemerintah masih mempertimbangkan beberapa alternatif. Salah satu opsi yang muncul dalam pembahasan bersama pemerintah pusat adalah menarik jaringan listrik dari Teluk Sumbang, Kabupaten Berau.

“Untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran ada beberapa opsi. Tapi berdasarkan rapat kemarin, mungkin tarik kabel dari Teluk Sumbang, dari Berau,” katanya.

Baca Juga :  Dispar Kutim Tingkatkan Keselamatan Wisata Bahari Pulau Miang

Mahyunadi menjelaskan, opsi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama berkaitan dengan jarak, kesiapan teknis serta kebutuhan dan kondisi masyarakat di wilayah yang akan dilayani.

Pemkab Kutim berharap hasil pembahasan bersama pemerintah pusat dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Dengan demikian, perluasan akses listrik di wilayah yang masih terbatas pasokan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kesiapan masing-masing daerah. (ADV) (9)