Akses Wilayah Jadi Tantangan Program Makan Bergizi Gratis di Kutim

oleh -15 views

SANGATTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Timur terus dievaluasi untuk memastikan target nasional dapat tercapai. Melalui rapat monitoring dan evaluasi yang digelar Satuan Tugas MBG, sejumlah kendala lapangan terungkap, mulai dari akses wilayah hingga progres mitra pelaksana.

Rapat yang berlangsung secara daring tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim Trisno, dan diikuti Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kutim Dwi Nur Shinta, perangkat daerah terkait, serta mitra pelaksana program. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat Diskominfo Staper, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :  Wakapolres Kutim Bersama Pimpinan PT Pertamina Sangata Mengikuti Giat Vicon Kapolri Terkait Ketersediaan Solar pada saat Ramadhan dan Idul Fitri

Dalam pemaparannya, Dwi Nur Shinta menyampaikan bahwa rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kutai Timur ditargetkan mencapai 95 titik. Dari jumlah tersebut, 73 titik masuk dalam usulan tahap awal dan 22 titik pada tahap lanjutan. Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah SPPG yang belum berjalan sesuai rencana.

Ia menjelaskan, kendala terbesar berada pada faktor aksesibilitas, khususnya di wilayah pedalaman dan pesisir. Kondisi jalan yang belum memadai dinilai berdampak langsung pada distribusi bahan baku maupun peralatan dapur MBG, seperti yang terjadi di Kecamatan Muara Ancalong.

Baca Juga :  Usai Kursus Bahasa Inggris, Sekretaris Dispar Harap Peserta Terus Tingkatkan Kemampuan

Sementara itu, Trisno menegaskan bahwa rapat ini menjadi sarana untuk memetakan persoalan sekaligus mengukur capaian nyata dari para mitra. Dari hasil evaluasi, terdapat mitra yang belum menunjukkan progres sama sekali, sementara sebagian lainnya telah bergerak namun masih belum maksimal.

“Di Kecamatan Telen misalnya, progres sudah ada tapi belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah faktor alam seperti banjir yang menghambat aktivitas di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Satgas BGN memberikan respon langsung terhadap hasil rapat tersebut. Seluruh mitra diminta melengkapi laporan progres dengan data dan bukti pendukung yang jelas, baik untuk kegiatan pembangunan maupun sewa lokasi dapur SPPG.

Baca Juga :  Banyaknya Pengetap BBM, Pemkab Kutim Rakor dengan Instansi Terkait Cari Solusi » Berita Kutim » Berita Kutim

“Kami minta semua bukti dukung disampaikan hari ini paling lambat pukul 17.00 WITA. Setelah itu akan kami himpun dan dilaporkan ke BGN pusat,” katanya.

Trisno berharap seluruh mitra dapat mempercepat langkah dan memperkuat koordinasi agar program MBG di Kutai Timur dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.